Hayu Ema

Kala mentari mulai menampakan diri dan memeluk bumi. Suara ayam dipekarangan mulai terdengar. Suara Adzan Subuh sudah terdengar, Bapak bangun dan berangkat menunaikan kewajiban. Ema menyalakan Hawu (tungku pembakaran) sambil membuat kopi untuk Bapak.

Saat itu aku masih terjaga dalam buaian selimut hangat dan dekapan syaiton mungkin. Tak lama aroma gorengan mulai menyeruak seisi rumah. Kata orang, saat tidur kita seolah puasa. Jadi pas bangun tentu saja kita lapar. Dalam kantuk yang masih terasa aku coba bangkit dan mencari asal bau gorengan. Ternyata ada ema yang sedang menyiapkan sarapan dan bapak yang sudah memegang sacangkir kopi.

Mungkin bila menilai dari keadaan, kami tak ada apa-apanya. Tapi bahagia memang sederhana. Dengan menghangatkan badan, bercengkrama dan sarapan bersama, itu kebahagiaan yang tak mungkin mereka dapatkan.

Terima kasih Allah SWT, aku terlahir dari keluarga yang sempurna ini. Jaga keluaraga kami dari segala marabahaya, semoga Ema dan Bapak selalu diberi kesehatan dan kemudahan rezeki. (Mang Otonk)

Iklan

Ngabazak

Ngabuburit Barudak Zaman Kiwari (Ngabazak) adalah salahsatu program tahunan Pojok Baca Abatatsa yang mana kegiatan ini InsyaAllah akan terus dilaksanakan setiap bulan Ramadhan.

Ngabazak diisi dengan beberapa sub kegiatan, yaitu:

1. Mabar (Maca Bareng)

2. Kedai Baca

3. Kotak buku (sebagai sarana untuk para penderma buku)

4. Ngopi (Ngobrol perkara Iman)

5. Tatalu (akustikan)

6. Workshop

7. Fotobooth

8. Bukber

Kegiatan ini kerjasama antar komunis di Kecamatan Bojonggambir antaralain Pojok Baca Abatatsa, Negeri Suung, Semesta Ilmu Society (Kota Tasikmalaya), Sireum Beureum, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Bojonggambir dan Instansi Pemerintah Kec. Bojonggambir.

Dalam kesempatan ini kami berkomitmen untuk Bangun dan Membangun. Seperti kata Kang Acep (Semesta Ilmu Society) “Hayu hudang bray, ulah sare wae”. Karena mimpi bukan sesungguhnya bukan saat tidur. Melainkan saat kita ingat dan melaksanakan impian itu.

Terima kasih untuk semua kawan yang sudah hadir dan mengisi acara. Semoga tahun depan lebih gebyar. (Mang Otonk)

Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca

Sosialisasi pembudayaan kegemaran membaca perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2018. Dengan Tema “Implementasi Revolusi Mental Menuju Indonesia Cerdas 2024”.

Kegiatan sosialisasi ini dihelat dengan tujuan lebih mengkampanyekan Gerakan Membaca di tengah masyarakat. Dengan dihadiri oleh beberapa Instansi pemerintah dan Pegiat Literasi Nasional diantaranya; Pustakawan Ahli Utama, perwakilan Perpusnas, Dispusipda Kab. Tasikmalaya.

Peserta Sosialisasi sebanyak 100 orang yaitu dari Guru PAUD, Pengelola PAUD, Perwakilan Sekolah, Kepala Sekolah, Pegiat Literasi, Karangtaruna, PKK dan Tokoh Masyarakat.

Hari Anak Nasional 2018

Kami segenap Relawan Pojok Baca Abatatsa mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2018.

Semoga anak Indonesia lebih medapat perlindungan dan mereka tetap menjadi anak-anak. Tak harus turun ke jalan mencari sesuap nasi. Tak perlu berlari dikejar polisi karena mencuri. Tak mencari pelarian dengan mengkonsumsi narkotika dan psikotropika. Semua ini akan selesai apabika orangtua ikut berperan.

Orangtua sebagai gerbang utama pendidikan, orangtua sebagai orang pertama pendidik anak. Anak tak hanya perlu biaya, anak tak cuma butuh nasihat. Anak perlu dididik, diajari, dicontohkan dan diberi pemahaman. Jalin kedekatan, pererat ikatan.

Ayah – Bunda sudahkah membacakan buku untuk si buah hati? Mulai dari hal kecil dan sederhana saja.

Kopdar Pegiat TBM se-Jabar

Perjalanan 5 jam dari kampung halaman ke Buper Kampus Ikopin Alhamdulilah terselesaikan dengan lancar dan selamat. Perjalanan ini dipersembahkan oleh niat dan tekad yang kuat bersilaturahmi dengan pegiat TBM yang ada di Jawa Barat. Dalam medsos mungkin kami sering bertegur sapa dan memberi kabar kegiatan satu sama lain. Namun dalam pertemuan tatap muka bisa jadi ini yang pertama untuk kami. Ayo bersilaturahmi untuk menambah keluarga dan menyerap ilmu dari master TBM.

Kids Zaman Now

Nyanyian seorang anak berusia 3 tahun kini bukan lagi balonku, pelangi-pelangi atau naik-naik ke puncak gunung. Mereka menyanyikan lagu cinta ala band indi atau band yang sedang hitz masa kini. Mereka seolah lupa akan lagu wajib nasional. Entah ini salah siapa.

Saya tak mau menyalahkan, apalagi mempermasalahkan. Hanya saja terdengar rancu dan tak lazim. Di usia yang begitu belia mereka bernyanyi seolah orang dewasa.

Tak terlihat lagi mereka main gundu, engrang dan permainan tradisional. Karena sang kakak mengajarkan game online. Kuota habis mereka menangis. Listrik mati mereka menghakimi petugas PLN.

Kemajuan zaman dan teknologi tak bisa dibendung. Anda yang pintar dapat jadi filter. Mengarahkan dan mengedukasi. Agar generasi zaman now tak jatuh pada pergaulan bebas tanpa batas.

Kurangnya pemahaman orangtua akan internet sehat menjadi pekerjaan rumah untuk kaum intelek. Karena orangtua adalah pilar utama keluarga. Filter terdepan pada anak-anaknya.

Squad Negeri Suung

Dari yang muda sampai yang sudah dewasa. Dari PNS sampai tukang es. Profesi hanya sebuah cara untuk mencari nafkah. Besar-kecil tergaantung ikhtiar. Bilapun belum mapan, syukuri dan bersabar. Mungkin didepan ada sebuah kesuksesan.